Profil Forbes

Pasca runtuhnya Rezim Soeharto, Indonesia mengalami suatu perubahan besar.
Arus demokratisasi secara tiba–tiba menembus blantika perpolitikan
nasional. Kepentingan dan kontrol politik berjalan seolah–olah menjadi
kebutuhan masyarakat. Antara kaum reformis dengan kaum tidak reformis sulit
dibedakan,karena mereka sama-sama menyuarakan isu yang sama. Di tengah
ketidakpastian nasional itulah muncul sebuah organ gerakan mahasiswa yang
diberi nama Forum Bersama (FORBES).
FORBES berdiri pada tanggal 26 September 1998 di Kampus Pejaten Universitas
Nasional. Deklarator berdirinya FORBES terdiri dari beberapa kampus di
Jakarta, diantaranya adalah Universitas Nasional, Universitas Jayabaya,
Budi Luhur, Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (
STEKPI ), Universitas Sahid, Universitas Jayakarta. M.H.Thamrin, ABA-ABI dan lain – lain.
Pada awalnya bentuk organ gerakan mahasiswa bersifat koordinasi saja. Namun
dalam perkembangan berikutnya untuk lebih memudahkan program – program
berjalan maka dibentuklah beberapa kelompok kerja yang dibagi menjadi dua
pembagian kerja. Yang pertama, program kerja yang bersifat internal
seperti, kaderisasi dan pematangan wacana seperti diskusi, pelatihan aksi
dan kursus jurnalistik. Kedua, program kerja yang bersifat eksternal
seperti pembangunan jaringan, advokasi rakyat dan aksi.
Pokja ini dilaksanakan secara persimpul berdasarkan kampusnya masing–masing.
Semua program–program kerja itu mereka arahkan ke suatu muara tujuan
gerakan yang mereka beri nama “Kembalikan Reformasi Kami” yang berisi enam
tuntutan yakni :
1. Cabut Dwi Fungsi TNI
2. Adili Soeharto
3. Bubarkan Golkar
4. Reformasi Ekonomi
5. Tegakkan Supremasi Hukum
6. Amandemen UUD 1945
Jika berbicara masalah wacana, sangat sulit untuk menilainya karena selama
ini gerakan mahasiswa di Indonesia begitu plural. Namun berdasarkan
klasifikasinya Anders Uhlin, seorang pengamat politik mahasiswa Indonesia
dari Swedia, FORBES bisa dimasukan ke dalam Kelompok Mahasiswa populis kiri
yang selalu aktif mengkritisi kebijakan pemerintah secara high profile.
Banyak aksi–aksi yang sudah mereka lakukan sejak 1998 diantaranya:
-Aksi menuntut militer kembali ke barak di depan Gedung DPR/MPR pada
tanggal 5 Oktober 1998
-Aksi memperingati Sumpah Pemuda di Gedung DPR/MPR pada tanggal 28 Oktober
1998
-Aksi memperingati hari HAM se-dunia di Bunderan Hotel Indonesia pada
tanggal 10 Desember 1998 -Dan yang terakhir adalah aksi untuk menyeret
Soeharto ke Pengadilan Rakyat di Jalan Cendana pada akhir Maret yang
lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s