Kemandirian Bangsa dalam sosial, Politik, Ekonomi dan telekomunikasi

Entries categorized as ‘Budaya’

Cermin Nurani

Januari 8, 2008 · 1 Komentar

SEPULUH TAHUN REFORMASIBASI

penyair nulis sihir kata bersayap
semangat puisi mengabdi pada siapa?
jika sajak memuja sang rembulan
hayalan pun dibikin berkilauan

di jaman edan orang jual perasaan
uang haram biangnya persoalan
jangan lupakan bung!
rajamaling itu masih berkuasa
penguasa berpihak pada siapa?

dalam sejarah politik kekerasan
dari tragedi 65 sampai 98
reformasi setengah hati aslinya basi

kini tersisa buruknya kenangan
terlalu banyak darah rakyat dikorbankan

si miskin hidupnya makin menderita
ditimpa bencana alam bertubi-tubi
malah diprovokasi kekayaan hasil nyuri
lengkaplah sudah perasaian orang bawahan

realitas di bawah semakin mengganas
antrian minyak tanah peringatan keras
syair “bagimu negeri” cuma memori
rindulah kita persatuan indonesia

jagalah api semangat!
anti penindasan terhadap rakyat

 

 

 

Bencana Alam

sungai muntah
laut marah
gunung gelisah
indonesia resah

ada presiden main gitar
wakil rakyat sibuk studi banding
rakyat miskin pun tenggelam
yang disalahkan bencana alam

tanah air di bor supermodal
lumpur hitam reformasibasi
rakyat lagi yang merugi
juara kaya asli rajatega

sungai muntah
laut marah
gunung gelisah
indonesia resah

 

 

 

 

DEMI PUISI SESUAP NASI

terbaca dari matanya
luka sejarahmu pedih
muram langit bulan oktober
desah angin punya cerita
tadi pagi koran bilang apa?

demi angka statistiknya politik
kemiskinan itu dijaga bunga hutang
tanggungjawab pemerintah ditarok dimana?
jika di negerimu korupsi itu rajadiraja

maka berdoalah
semoga tak terjadi revolusi
banjir darah jangan terulang lagi

persatuan dikuatkan
belajar dari kesalahan
dan mau berkorban
demi perubahan
dan keadilan
buat semuanya

kerna ini persoalan kitakita
menjaga persatuan bangsa

kerna musuh selalu rusuh
cemburu lagu padamu negeri
ribut diatur oleh pasar modal?

rindulah pada sang pemersatu!
tunjukkan keberanian
semangat kemerdekaan

merdeka atau mati
bukan hanya sekedar semboyan

realita sekarang jurang kemiskinan
di atas tumpukan emas dan berlian
jutaan mulut menganga lapar, ngeces
ilernya adalah air suci pengorbanan
dipersembahkan buat tuan dan nyonya
sang pemodal bisnis klas penindas

 

by herilatief

 

 

 

 

 

Kategori: Budaya

Apakah Generasi kita jadi Generasi Plagiat ???

Mei 14, 2007 · 1 Komentar

Mengulas sedikit pesan dari Founding Father kita terhadap kemerdekaan bangsa ini,” Jangan jadikan Bangsa ini Bangsa Plagiat “. Pesan ini menjadi sebuah tonggak kita sebagai genersi muda untuk meneruskan kemerdekaan bangsa ini, dalam kondisi relaitas negeri kita yang telah menjadi objek dari sebuah ekonomi pasar yang terus mengeksploitasi hasil kekayaan bangsa ini dan para penguasa yang telah menjadi Agen Kapitalisme, Liberalisasi, Demokrasi dan Ham. 

Bisakah kita melihat dengan baik bahwa anak dan cucu kita akan mendambakan sosok spiderman, batman, Karl Max, Lenin atau bisakah kita melihat dengan baik bahwa generasi kita saat ini lebih memilih makan MC. Donald dari pada mereka makan nasi uduk. Akankah kita biarkan anak dan cucu kita tumbuh dalam bayangan perilaku hidp bangsa lain, bisakah kita menerima anak dan cucu kita kemudian melakukan gaya hidup bebas serta mungkin 10 tahun ke depan seorang anak akan memanggil orang tuanya denga sebutan nama saja.

Akankah kita biarkan generasi bangsa ini tidak lagi mengenal Patih Gajah Mada, Wali Songo, Sudirman, Soekarno, Tan Malaka dan pejuang – pejuang bangsa ini yang dengan tulus ingin menyelamatkan generasi bangsa ini, kita biarkankah usaha mereka dan kita jerumuskankah generasi bangsa ini kembali menjadi budak-budak??????budaya,social, ekonomi bangsa lain.

Kategori: Arsip · Budaya · Gerakan Mahasiswa · Industri · Politik · Sosial

Anti Pembajakan

Mei 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

sedikit mengenang sejarah perjuangan Founding Father Kita dalam memerdekakan bangsa ini. ” jangan jadikan bangsa ini bangsa yang plagiat”, banyak kemudian yang bisa kita interprestasikan dari pesan founding father kita terhadap arah bangsa ini. 

Saat ini bangsa kita menjadi objek bagi para pembajak atau para pengusaha yang mengekspor atau mengimpor produk2 secara ilegal. Bagaimana kemudian kita sebagai masyarakat bangsa yang lahir dari sebuah penciptaan dan yakin adanya Sang Pencipta, bisa begitu saja menutup mata kita dengan membiarkan terjadinya sebuah perampasan atau pencurian terhadap Hak Cipta atau hasil karya seseorang.  

Kita sebagai masyarakat bangsa yang sadar akan sebuah anugerah yang kita miliki dalam sebuah kreatifitas yang di tuangkan dalam sebuah karya, baik itu seni ataupun produk industri.  Masih begitu banyak produk industri yang masuk ke negara ini secara ilegal, sehingga bangsa dan negara ini di rugikan secar material dan secara di sengaja telah mengahapus pengakuan sebuah negara secara hukum teritorial. tugas kita semua sebagai masyarakat bangsa dan aparatur negara untuk bersama -sama  menindak para pelaku pembajakan maupun produk2 Ilegal yang masuk ke negara ini.

Mari satukan Kekuatan Untuk :

  • Anti Pembajakan
  • Pengawasan Bersama Terhadap Produk yang Masuk ke Indonesia
  •  Sweeping Produk2 Ilegal

Nb:

  • Jadikan 20 Mei sebagai Kesatuan Elemen Bangsa Untuk menolak segala bentuk Pembajakan
  • Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai  HAK Bangsa Lain

Kategori: Budaya · Industri · Sosial