penyair nulis sihir kata bersayap
semangat puisi mengabdi pada siapa?
jika sajak memuja sang rembulan
hayalan pun dibikin berkilauan
di jaman edan orang jual perasaan
uang haram biangnya persoalan
jangan lupakan bung!
rajamaling itu masih berkuasa
penguasa berpihak pada siapa?
dalam sejarah politik kekerasan
dari tragedi 65 sampai 98
reformasi setengah hati aslinya basi
kini tersisa buruknya kenangan
terlalu banyak darah rakyat dikorbankan
si miskin hidupnya makin menderita
ditimpa bencana alam bertubi-tubi
malah diprovokasi kekayaan hasil nyuri
lengkaplah sudah perasaian orang bawahan
realitas di bawah semakin mengganas
antrian minyak tanah peringatan keras
syair “bagimu negeri” cuma memori
rindulah kita persatuan indonesia
jagalah api semangat!
anti penindasan terhadap rakyat
Bencana Alam
sungai muntah
laut marah
gunung gelisah
indonesia resah
ada presiden main gitar
wakil rakyat sibuk studi banding
rakyat miskin pun tenggelam
yang disalahkan bencana alam
tanah air di bor supermodal
lumpur hitam reformasibasi
rakyat lagi yang merugi
juara kaya asli rajatega
sungai muntah
laut marah
gunung gelisah
indonesia resah
DEMI PUISI SESUAP NASI
terbaca dari matanya
luka sejarahmu pedih
muram langit bulan oktober
desah angin punya cerita
tadi pagi koran bilang apa?
demi angka statistiknya politik
kemiskinan itu dijaga bunga hutang
tanggungjawab pemerintah ditarok dimana?
jika di negerimu korupsi itu rajadiraja
maka berdoalah
semoga tak terjadi revolusi
banjir darah jangan terulang lagi
persatuan dikuatkan
belajar dari kesalahan
dan mau berkorban
demi perubahan
dan keadilan
buat semuanya
kerna ini persoalan kitakita
menjaga persatuan bangsa
kerna musuh selalu rusuh
cemburu lagu padamu negeri
ribut diatur oleh pasar modal?
rindulah pada sang pemersatu!
tunjukkan keberanian
semangat kemerdekaan
merdeka atau mati
bukan hanya sekedar semboyan
realita sekarang jurang kemiskinan
di atas tumpukan emas dan berlian
jutaan mulut menganga lapar, ngeces
ilernya adalah air suci pengorbanan
dipersembahkan buat tuan dan nyonya
sang pemodal bisnis klas penindas














RIZAL