Kemandirian Bangsa dalam sosial, Politik, Ekonomi dan telekomunkasi

Entries from Mei 2007

Pemerintah harus menindak tegas dunia usaha yang memasarkan atau memakai Produk Telekomunikasi tanpa di sertifikasi

Mei 22, 2007 · Tidak ada Komentar

 

Saya berharap bahwa peran pemerintah dalam mendukung perkembangan iformasi dan telekomunikasi di Indonesia, lebih besar terhadap fungsi kontrol masuk dan penggunaan perangkat telekomunikasi di negeri ini. Masyarakat dan dunia usahapun harus turut membantu pengawasan dari masuknya perangkat telekomunikasi.

 

Sebagai rakyat yang peduli terhadap Bangsa dan Negara , maka saya mengingatkan kepada dunia usaha agar taat terhadap aturan dan UU yang berlaku di Negara ini. Karena pemerintah dan Khususnya Ditjen Potel telah memberikan kemudahan layanan bagi dunia usaha yang ingin memasarkan produknya di Indonesia.

Saya ingin memberitahukan kepada seluruh perusahaan telekomunikasi di dindonesia agar tidak menggunakan Produk “CDMA MN AAA V200R001” dan “MMS OVSV 100R002” karena belum di sertifikasi, padahal pemerintah khususnya Ditjen Postel telah menerbitkan regulasi bagi perangkat tersebut dan dalam proses penerbitan regulasinya Postel memberikan kemudahan lagi dengan mengeluarkan surat keterangan izin masuk terhadap sample produk ini.                                    

Dan apabila produk ini telah di pasarkan di Indonesia, maka PT. Huawei selaku pabrikan telah melanggar KM 10 pasal 2 tahun 2005. Saya berharap PT. Huawei untuk tidak memasarkan produknya terlebih dahulu sebelum di sertifikasi, sehingga terjalin hubungan pasar yang sehat antara dunia usaha, buyer, dan pemerintah.  

Kategori: Industri · telekomunikasi

Peran mayarakat, dunia usaha dan pemerintah dalam perkembangan Telekomunikasi

Mei 22, 2007 · Tidak ada Komentar

Begitu derasnya perkembangan industri telekomunikasi yang masuk ke Indonesia, sehingga menjadikan
Indonesia sebagai objek pasar yang strategis dengan kultur masyarakat yang konsumtif. Ketika negara ini menjadi objek bagi perkembangan industri telekomunikasi, maka peran pemerintahpun harus lebih extra terhadap pelayanan masuknya industri telekomunikasi di negeri ini.

Dari proses reformasi birokrasi yang sedang berlangsung di negeri ini, saya melihat ada perkembangan yang cukup baik bagi layanan kepengurusan sertifikasi di Ditjen POSTEL, karena sesuai dengan KM 10 pasal 2 ( Bahwa setiap perangkat di buat atau dirakit dan akan di pasarkan di
Indonesia wajib di sertifikasi). Kebijakan pemerintah yang menerima dengan baik masuknya industri telekomunikasi di
Indonesia telah di realisasikan dengan mempermudah pelayanan kepenguruasa sertifikasi bagi industri telekomunikasi yang akan memasarkan produknya di negara ini.

Ini pun harus di dukung dengan peran masyarakat dan dunia usaha untuk menjaga kestabilan dari industri telekomunikasi dan mencegah penyimpangan yang dapat merugikan baik secara materi maupun penyimpangan fungsi perangkat telekomunikasi yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Saya melihat bahwa pemerintah masih lemah terhadap pengawasan masuknya perangkat telekomunikasi di Indonesia, karena masih banyak perangkat telekomunikasi yang masuk ke
Indonesia tanpa di sertifikasi atau belum di sertifikasi.

Kita tidak ingin bangsa ini dijadikan sebagai objek perdagangan produk illegal, karena Negara dapat di rugikan secara materil dan rentan terhadap penyimpangan dari fungsi perangkat telekomunikasi itu sendiri. Saya mengajak semua rakyat Indonesia, dunia usaha dan khususnya pemerintah bersama – sama melakukan Sweeping tehadap perangkat telekomunikasi yang telah di pasarkan di
Indonesia tanpa di sertifikasi.

Kategori: Aksi · Arsip · Industri · Politik · telekomunikasi

Produk Illegal

Mei 14, 2007 · Tidak ada Komentar

Saat ini bangsa kita telah menjadi objek pasar bagi perkembangan dunia industri telekomunikasi, Karena kultur masayarakat kita yang telah berubah menjadi masyarakat yang konsumtif. Menjadi sebuah resiko yang harus kita hadapi dari sebuah perubahan kultur masyarakat, tetapi ada beberapa yanga harus tetap kita jaga dengan baik :

1.      Diperlukan pengaturan dan kontrol yang baik terhadap masuknya produk teknologi informasi dan komunikasi di
indonesia, sehingga tidak berubah fungsi menjadi sebuah perangkat yang dapat mengancam kehidupan masyarakat bangsa ini

2.      Di perlukan sebuah komite gabungan untuk secara rutin menjaga agar produk – produk telekomunikasi tidak masuk dengan Illegal, dan secara rutin melakukan sweeping tehadap produk – produk telekomunikasi yang belum di sertifikasi.

Karena perkembangan dunia teknologi telekomunikasi bisa menjadi sebuah ancaman ketika fungsinya berubah menjadi sumber data dari sebuah bangsa yang kemudian di jual belikan tehadap bangsa lain.

Dan pemerintah harus menindak dengan tegas segala bentuk penyimpangan yang terjadi dalam proses masuknya maupun dalam penggunaannya, apabila dalam proses masuknya industri telekomunikasi ini masih banyak yang melakukan secara illegal atau tanpa di sertifikasi terlebih dahulu maka negara mengalami kerugian yang sangat besar.

Kategori: Industri · telekomunikasi

Apakah Generasi kita jadi Generasi Plagiat ???

Mei 14, 2007 · Tidak ada Komentar

Mengulas sedikit pesan dari Founding Father kita terhadap kemerdekaan bangsa ini,” Jangan jadikan Bangsa ini Bangsa Plagiat “. Pesan ini menjadi sebuah tonggak kita sebagai genersi muda untuk meneruskan kemerdekaan bangsa ini, dalam kondisi relaitas negeri kita yang telah menjadi objek dari sebuah ekonomi pasar yang terus mengeksploitasi hasil kekayaan bangsa ini dan para penguasa yang telah menjadi Agen Kapitalisme, Liberalisasi, Demokrasi dan Ham. 

Bisakah kita melihat dengan baik bahwa anak dan cucu kita akan mendambakan sosok spiderman, batman, Karl Max, Lenin atau bisakah kita melihat dengan baik bahwa generasi kita saat ini lebih memilih makan MC. Donald dari pada mereka makan nasi uduk. Akankah kita biarkan anak dan cucu kita tumbuh dalam bayangan perilaku hidp bangsa lain, bisakah kita menerima anak dan cucu kita kemudian melakukan gaya hidup bebas serta mungkin 10 tahun ke depan seorang anak akan memanggil orang tuanya denga sebutan nama saja.

Akankah kita biarkan generasi bangsa ini tidak lagi mengenal Patih Gajah Mada, Wali Songo, Sudirman, Soekarno, Tan Malaka dan pejuang – pejuang bangsa ini yang dengan tulus ingin menyelamatkan generasi bangsa ini, kita biarkankah usaha mereka dan kita jerumuskankah generasi bangsa ini kembali menjadi budak-budak??????budaya,social, ekonomi bangsa lain.

Kategori: Arsip · Budaya · Gerakan Mahasiswa · Industri · Politik · Sosial

Anti Pembajakan

Mei 10, 2007 · Tidak ada Komentar

sedikit mengenang sejarah perjuangan Founding Father Kita dalam memerdekakan bangsa ini. ” jangan jadikan bangsa ini bangsa yang plagiat”, banyak kemudian yang bisa kita interprestasikan dari pesan founding father kita terhadap arah bangsa ini. 

Saat ini bangsa kita menjadi objek bagi para pembajak atau para pengusaha yang mengekspor atau mengimpor produk2 secara ilegal. Bagaimana kemudian kita sebagai masyarakat bangsa yang lahir dari sebuah penciptaan dan yakin adanya Sang Pencipta, bisa begitu saja menutup mata kita dengan membiarkan terjadinya sebuah perampasan atau pencurian terhadap Hak Cipta atau hasil karya seseorang.  

Kita sebagai masyarakat bangsa yang sadar akan sebuah anugerah yang kita miliki dalam sebuah kreatifitas yang di tuangkan dalam sebuah karya, baik itu seni ataupun produk industri.  Masih begitu banyak produk industri yang masuk ke negara ini secara ilegal, sehingga bangsa dan negara ini di rugikan secar material dan secara di sengaja telah mengahapus pengakuan sebuah negara secara hukum teritorial. tugas kita semua sebagai masyarakat bangsa dan aparatur negara untuk bersama -sama  menindak para pelaku pembajakan maupun produk2 Ilegal yang masuk ke negara ini.

Mari satukan Kekuatan Untuk :

  • Anti Pembajakan
  • Pengawasan Bersama Terhadap Produk yang Masuk ke Indonesia
  •  Sweeping Produk2 Ilegal

Nb:

  • Jadikan 20 Mei sebagai Kesatuan Elemen Bangsa Untuk menolak segala bentuk Pembajakan
  • Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai  HAK Bangsa Lain

Kategori: Budaya · Industri · Sosial